News and Education Versi penuh
Banten

Dua Aset Banten Digandrungi Investor, Nilainya  Capai Rp1 Triliun

Pemprov Banten terus mengoptimalkan aset daerah melalui kerja sama investasi dengan pihak ketiga. PT Sasmaya Media Integrasi menyatakan minat serius terhadap dua aset strategis, yakni kawasan Sports Center Banten termasuk Banten International Stadium (BIS) dan industri tepung ikan. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp985 miliar, terdiri dari lebih dari Rp850 miliar untuk pengembangan BIS dan sekitar Rp135 miliar untuk industri tepung ikan.

Oleh Adm 09 Sep 2026 20:07 3 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, BANTEN-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan adanya minat investasi PT Sasmaya Media Integrasi terhadap dua aset strategis Banten dengan nilai investasi diperkirakan mencapai hampir Rp1 triliun.

Dua aset yang menjadi fokus penjajakan investasi tersebut yakni kawasan sports center Provinsi Banten, termasuk Banten International Stadium (BIS), serta industri tepung ikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, Pemprov Banten secara aktif menawarkan sejumlah potensi dan aset daerah kepada investor. Aset tersebut dapat dikembangkan melalui skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor,” kata Deden seusai pertemuan dengan PT Sasmaya Media Integrasi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, KP3B, Selasa (8/9/2026).

Menurut Deden, dari empat aset yang sebelumnya ditawarkan, saat ini terdapat dua aset yang mengerucut dan mendapat minat serius dari PT Sasmaya Media Integrasi.

“Dari empat yang kami ajukan, sekarang mengerucut ke dua lokasi yang insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya,” ujarnya.

Deden berharap proses penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang nyata. Selain mengoptimalkan aset daerah, investasi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung penguatan struktur APBD Provinsi Banten.

“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” katanya.

Ia menambahkan, Banten masih memiliki berbagai potensi lain yang terbuka untuk dikembangkan melalui investasi. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus mendorong iklim investasi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” tutur Deden.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengatakan, minat terhadap kedua aset tersebut merupakan hasil dari sejumlah pertemuan dan pembahasan bersama DPMPTSP Provinsi Banten.

“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ungkap Faruq.

Menurutnya, kedua potensi tersebut sesuai dengan bidang usaha PT Sasmaya Media Integrasi, khususnya di sektor konstruksi. Pengembangan kawasan sports center juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung Banten sebagai salah satu daerah yang dipersiapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

“Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” ujarnya.

Faruq menjelaskan, pengembangan sports center diarahkan menjadi kawasan yang terintegrasi antara olahraga dan hiburan. Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kawasan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” paparnya.

Sementara industri tepung ikan dinilai memiliki prospek karena didukung target produksi yang besar serta berpotensi mendukung program ketahanan pangan.

“Mungkin itu yang menjadi melatarbelakangi kenapa dari PT Sasmaya ini juga berani untuk bisa mendukung atau mengambil penawaran tersebut,” katanya.

Faruq menyebutkan, berdasarkan kajian sementara, rencana investasi pengembangan Banten International Stadium diperkirakan mencapai lebih dari Rp850 miliar. Sedangkan investasi untuk industri tepung ikan sekitar Rp135 miliar. Dengan demikian, total rencana investasi kedua aset tersebut mencapai sekitar Rp985 miliar.

Selain dua aset tersebut, PT Sasmaya Media Integrasi masih melakukan penjajakan terhadap sejumlah potensi lain di Provinsi Banten. “Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Provinsi Banten, dan ini masih kita godok lagi,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Virgojanti, Asisten Daerah II Budi Santoso, Kepala Bappeda Babar Soeharso, Kepala BPKAD Mahdani, Kepala DPUPR Arlan Marzan, Kepala DLHK Wawan Gunawan, serta Kepala DPMPTSP Kota Serang Arif Rahman Hakim. (din).

Topik terkait
Banten Pemprov Banten investasi Banten aset Banten Banten International Stadium BIS Sports Center Banten PT Sasmaya Media Integrasi investasi Rp985 miliar industri tepung ikan DPMPTSP Banten Deden Apriandhi Faruq Ibnu Haqi PON 2032 ekonomi Banten investor Banten peluang investasi pembangunan Banten