Infak kepada Keluarga atau Sedekah kepada Anak Yatim, Gen Z Sudah Tahu Belum Beda Infak dan Sedekah?
Artikel juga menekankan pentingnya menyeimbangkan tanggung jawab terhadap keluarga dengan kepedulian kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Oleh: Yusmin Abdul Malik
Generasi Z atau Gen Z tentu sudah tidak asing dengan istilah infak dan sedekah. Di media sosial, kita sering melihat ajakan berbagi kepada anak yatim, membantu orang yang membutuhkan, hingga penggalangan dana untuk berbagai kegiatan sosial.
Namun, apakah Gen Z sudah mengetahui bahwa infak dan sedekah sebenarnya memiliki pengertian yang berbeda?
Dalam Mu‘jam Lughah al-Fuqahā’, Muhammad Rawwas Qal‘ah Ji dan Hamid Shadiq Qunaibi menjelaskan pengertian infak sebagai:
الإِنْفَاقُ: صَرْفُ الْمَالِ فِي الْحَاجَاتِ الضَّرُورِيَّةِ وَغَيْرِهَا.
Artinya, infak adalah membelanjakan atau mengeluarkan harta untuk memenuhi berbagai kebutuhan, baik kebutuhan yang bersifat penting maupun kebutuhan lainnya.
Karena itu, ketika seseorang memberikan nafkah untuk keluarganya, membantu kebutuhan pendidikan anak, membeli makanan untuk keluarga, atau memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan niat karena Allah, hal tersebut dapat menjadi infak yang bernilai ibadah.
Lalu, bagaimana dengan sedekah?
Masih dalam Mu‘jam Lughah al-Fuqahā’, sedekah didefinisikan:
الصَّدَقَةُ: بِالتَّحْرِيكِ، ج صَدَقَات، الْعَطِيَّةُ الَّتِي يُبْتَغَى بِهَا الثَّوَابُ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى.
Artinya, sedekah adalah pemberian yang diharapkan dengannya memperoleh pahala dari Allah Ta‘ala.
Dari sini kita bisa memahami bahwa sedekah sangat berkaitan dengan pemberian yang dilakukan untuk mencari pahala dan keridaan Allah. Memberikan makanan kepada anak yatim, membantu orang miskin, menyumbang pendidikan, memberikan pakaian kepada orang yang membutuhkan, bahkan berbagai bentuk kebaikan dapat menjadi sedekah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Lantas, lebih utama mana, infak kepada keluarga atau sedekah kepada anak yatim?
Jawabannya, keduanya memiliki nilai kebaikan dan tidak perlu dipertentangkan. Seorang Muslim memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya sekaligus dianjurkan untuk peduli kepada orang lain yang membutuhkan. Jangan sampai seseorang begitu aktif berdonasi ke luar, tetapi kebutuhan keluarganya sendiri justru diabaikan.
Al-Qur'an juga memberikan perhatian besar kepada anak yatim:
فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ
“Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.” (QS. Ad-Duha: 9)
Bagi Gen Z, berbagi tidak harus menunggu memiliki penghasilan besar. Membantu biaya sekolah, memberikan makanan, mendukung panti asuhan, membantu teman yang membutuhkan, atau menyisihkan sebagian penghasilan juga dapat menjadi bentuk kepedulian.
Jadi, Gen Z sudah tahu belum beda infak dan sedekah? Infak memiliki cakupan pengeluaran harta untuk berbagai kebutuhan, sedangkan sedekah merupakan pemberian yang diniatkan untuk memperoleh pahala dari Allah. Yang paling penting bukan hanya seberapa besar yang diberikan, tetapi juga keikhlasan, sumber harta yang halal, serta manfaat yang diberikan kepada orang lain. Istilah Sedekah dan Infak di ambil dari Fiqh Zakat Kontemporer, Dr. Oni. Sahroni. MA.
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Ekonomi Syariah.