Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://www.harianrakyat.id/uin-jakarta-dorong-kolaborasi-global-untuk-pengembangan-ai-yang-bertanggung-jawab
Rilis: Kamis, 10 September 2026

UIN Jakarta Dorong Kolaborasi Global untuk Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendorong kolaborasi akademik global untuk mengembangkan kecerdasan artifisial (AI) yang bertanggung jawab, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanusiaan.

UIN Jakarta Dorong Kolaborasi Global untuk Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab
Bacakan Artikel

HARIARAKYAT.id, SURABAYA, 10 September 2026 — Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memastikan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) berjalan seiring dengan kepentingan manusia dan pembangunan berkelanjutan

Karena itu, kolaborasi akademik lintas perguruan tinggi dan negara menjadi semakin penting untuk menghasilkan inovasi teknologi yang bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saat menyampaikan welcoming remarks mewakili Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada pembukaan The 14th International Conference on Cyber and IT Service Management (CITSM) 2026, Kamis (10/9/2026).

CITSM 2026 mengangkat tema “Green and Responsible AI-Driven IT Service Management” dan diselenggarakan secara hibrida pada 10–11 September 2026, dengan Universitas Negeri Surabaya sebagai salah satu pusat penyelenggaraan kegiatan.

Dalam sambutannya, Ahmad Tholabi menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si., Conference Chair CITSM 2026 Prof. Husni Teja Sukmana, Ph.D., para keynote speaker, panitia, mitra akademik, serta seluruh peserta dari berbagai negara.

“Atas nama Rektor dan seluruh sivitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan untuk menjadi bagian dari konferensi internasional ini,” ujar Tholabi.

Teknologi untuk Kemanusiaan

Menurut Tholabi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Transformasi tersebut sekaligus menempatkan perguruan tinggi pada tanggung jawab yang semakin besar.

Perguruan tinggi, menurut dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkualitas. Perguruan tinggi juga dituntut menghasilkan riset yang berdampak, mendorong inovasi, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan global.

Dalam konteks tersebut, konferensi internasional seperti CITSM memiliki arti penting karena menyediakan ruang bagi akademisi, peneliti, dan profesional untuk bertukar pengetahuan, mendiskusikan temuan riset, memperkuat jejaring, serta membangun kolaborasi lintas institusi dan negara.

“Kolaborasi antara universitas, peneliti, dan berbagai institusi merupakan salah satu kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan menciptakan dampak yang bermakna,” kata Tholabi.

Tema Green and Responsible AI-Driven IT Service Management, lanjut dia, menjadi relevan karena perkembangan AI membawa peluang sekaligus tanggung jawab baru. Teknologi perlu dikembangkan dengan memperhatikan keberlanjutan, tata kelola, etika, dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.

Perkembangan teknologi digital, menurut Ahmad Tholabi, perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Inovasi bukan hanya persoalan kemampuan teknis, melainkan juga bagaimana teknologi digunakan untuk memperkuat kualitas kehidupan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Memperkuat Jejaring Internasional

Tholabi, yang juga Anggota Dewan Pendidikan Tinggi, mengatakan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berkomitmen memperkuat keunggulan akademik, meningkatkan kapasitas riset, mendorong kolaborasi internasional, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

Keterlibatan UIN Jakarta dalam CITSM 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik internasional dan mempertemukan berbagai perspektif keilmuan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Konferensi tersebut menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai institusi, antara lain Universitas Negeri Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, International Islamic University Malaysia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Sejumlah isu yang dibahas mencakup computing and processing, komunikasi dan jaringan, signal processing and analysis, robotika dan sistem kendali, energi dan aplikasi industri, serta perkembangan kecerdasan artifisial dan IT service management.

Dua tema utama yang dibawa para keynote speaker juga memperlihatkan perhatian terhadap dimensi kemanusiaan dan tanggung jawab teknologi, yakni “Advanced Neural Intelligence for Precision Mental Well-Being” dan “Advancing Toward Responsible Process Intelligence.”

Tholabi berharap CITSM 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, melainkan berkembang menjadi ruang lahirnya kerja sama akademik dan riset yang berkelanjutan.

“Semoga para peserta memperoleh wawasan baru, membangun jejaring akademik, dan mengembangkan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi komunitas akademik global,” ujarnya.

Ia juga berharap berbagai gagasan dan hasil penelitian yang dipresentasikan dalam CITSM 2026 dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat.

Konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang perjumpaan akademik yang mempertemukan inovasi teknologi dengan tanggung jawab sosial, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masa depan digital yang hijau, inklusif, dan berkelanjutan. (*).