Portal Berita Terpercaya - harianrakyat.id
https://www.harianrakyat.id/500-warga-desa-surat-kesulitan-air-bersih-mas-dhito-kirim-bantuan
Rilis: Selasa, 29 September 2026

500 Warga Desa Surat Kesulitan Air Bersih, Mas Dhito Kirim Bantuan

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menginstruksikan BPBD menyalurkan bantuan empat tandon dan 15.000 liter air bersih serta memantau sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

500 Warga Desa Surat Kesulitan Air Bersih, Mas Dhito Kirim Bantuan
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.ID, KEDIRI – Sebanyak 500 jiwa di Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengalami kesulitan air bersih. Hal ini akibat berkurangnya debit sumber air yang selama ini menjadi pasokan utama warga.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri untuk menerjunkan personel sekaligus menyalurkan bantuan air bersih.

Bantuan yang diberikan berupa empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter serta tiga kali dropping air bersih dengan total volume 15.000 liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri, Ariyanto, mengatakan Desa Surat merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau, meskipun tidak tergolong kekeringan ekstrem.

“ Kita harus hadir dalam mencukupi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air seperti yang terjadi di Desa Surat,” ujar Ariyanto menyampaikan arahan Mas Dhito, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk mengurangi dampak menyusutnya debit sumber air sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Selain Desa Surat, BPBD Kabupaten Kediri juga memetakan sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Di Kecamatan Mojo, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Desa Ponggok dan Ngetrep. Sementara di Kecamatan Grogol terdapat Desa Kalipang.

Adapun wilayah timur sungai yang berpotensi terdampak meliputi Desa Sempu dan Babadan di Kecamatan Ngancar, serta Desa Wonorejo Trisulo dan Sepawon di Kecamatan Plosoklaten.

Ariyanto menegaskan, BPBD terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap wilayah-wilayah tersebut untuk menentukan langkah mitigasi sesuai kondisi lapangan.

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan ketersediaan sumber air dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga mengajak warga berperan aktif melaporkan perkembangan kondisi air di lingkungan masing-masing.

“Diharapkan masyarakat bisa melakukan koordinasi dengan desa dan segera melaporkan ke BPBD Kabupaten Kediri jika terjadi kekurangan air maupun kekeringan,” pungkasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Kediri berupaya mengantisipasi dampak musim kemarau agar penurunan debit sumber air tidak berujung pada terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. (lik).